Kadar Testosteron Terlalu Rendah atau Tinggi Picu Risiko Aritmia Jantung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi pada Journal of the Endocrine Society menemukan pria dengan kadar testosteron terlalu rendah atau terlalu tinggi berisiko lebih tinggi mengalami fibrilasi atrium, gangguan irama jantung yang meningkatkan risiko stroke dan sering memerlukan pengobatan pengencer darah seumur hidup. Peneliti menekankan terapi pengganti testosteron harus disesuaikan secara individual dengan tujuan pemulihan kadar testosteron total ke rentang tengah normal (350-550 ng/dL). Pola risiko membentuk kurva berbentuk U, dengan risiko terendah pada kadar testosteron berada di tengah-tengah rentang normal. Penggunaan formulasi pelepasan stabil dan pemantauan terstruktur direkomendasikan untuk meminimalkan risiko gangguan kardiovaskular.
Bagikan
Berita terkait
Kebiasaan Harian 5 Menit Ini Dapat Menurunkan Risiko Stroke
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 23.36
Ahli Ungkap Manfaat Minyak Zaitun untuk Otak dan Jantung
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.35
Baru Mulai Konsumsi Obat Statin? Lakukan 4 Langkah Penting Ini
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.45
3 Minyak Nabati yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 08.19