KAI Usul Impor KRL Bekas, PKB Minta Kondisi Kereta Layak dan Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan impor KRL bekas pakai untuk mengatasi kekurangan armada di Jabodetabek periode 2026-2029. Usulan ini sebagai solusi darurat karena armada KRL yang ada sudah memasuki usia kritis, dengan sejumlah trainset harus dikeluarkan dari operasi karena faktor usia dan kelelahan logam. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa hingga 2031, KAI perlu mengganti minimal 87 trainset, sementara pada 2026 proyeksi kekurangan mencapai 22 trainset akibat keterlambatan pengiriman dan penurunan kapasitas operasional. Kapasitas produksi PT INKA belum mampu memenuhi lonjakan kebutuhan secara mendadak, meski sedang ditingkatkan hingga 15-16 trainset per tahun. DPR melalui Komisi VI mendukung impor dengan syarat, namun menekankan pentingnya memastikan keselamatan, kelaikan teknis, dan kesesuaian dengan infrastruktur lokal. Mereka juga menegaskan agar impor tidak melemahkan industri perkeretaapian nasional dan harus dilengkapi dengan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas transportasi massal. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,1 juta penumpang per hari dengan tingkat kepadatan yang tinggi terutama pada jam sibuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 06.25
Ini Pertimbangan Bos KAI Minta Izin Impor KRL Bekas
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.30
Siap-Siap! KRL Jakarta-Bogor Tembus Lido, ke Bekasi Sampai Cikampek
kumparan · 24 September 2026 pukul 08.34
Saat PT KAI Dapat Lampu Hijau dari DPR untuk Impor KRL Bekas
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 07.00
KAI Bakal Impor Kereta Bekas dari Jepang, Ini Alasannya
Berita terkait
Headway KRL Green Line Bakal Dipangkas Jadi 4-5 Menit
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.24
DPR Setujui KAI Impor KRL Bekas
kumparan · 23 September 2026 pukul 22.34
KAI Siapkan KRL Bekas dari Jepang, Bantu Tambal Operasional
kumparan · 23 September 2026 pukul 21.12
7 KRL Masuk Bengkel, KAI Ungkap Kapan Bisa Dipakai Lagi
Detik.com · 16 September 2026 pukul 15.16