Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

KAI Usul Impor KRL Bekas, PKB Minta Kondisi Kereta Layak dan Aman

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan impor KRL bekas pakai untuk mengatasi kekurangan armada di Jabodetabek periode 2026-2029. Usulan ini sebagai solusi darurat karena armada KRL yang ada sudah memasuki usia kritis, dengan sejumlah trainset harus dikeluarkan dari operasi karena faktor usia dan kelelahan logam. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa hingga 2031, KAI perlu mengganti minimal 87 trainset, sementara pada 2026 proyeksi kekurangan mencapai 22 trainset akibat keterlambatan pengiriman dan penurunan kapasitas operasional. Kapasitas produksi PT INKA belum mampu memenuhi lonjakan kebutuhan secara mendadak, meski sedang ditingkatkan hingga 15-16 trainset per tahun. DPR melalui Komisi VI mendukung impor dengan syarat, namun menekankan pentingnya memastikan keselamatan, kelaikan teknis, dan kesesuaian dengan infrastruktur lokal. Mereka juga menegaskan agar impor tidak melemahkan industri perkeretaapian nasional dan harus dilengkapi dengan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas transportasi massal. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,1 juta penumpang per hari dengan tingkat kepadatan yang tinggi terutama pada jam sibuk.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait