Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Kakao yang Tumbuh Subur di Kawasan Karst Gunungkidul

Di tengah kawasan karst Gunungkidul yang identik dengan lahan sempit dan ancaman kekeringan, petani lokal berhasil mengembangkan budidaya kakao sebagai penggerak ekonomi baru. Lebih dari 53 persen wilayah Gunungkidul, setara dengan 807 kilometer persegi, termasuk dalam Kawasan Bentang Alam Karst Gunungsewu. Di Dusun Gambiran, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, kakao ditanam di pekarangan sempit dan berselang-seling dengan tanaman naungan lainnya. Paryanto (50), petani lokal, memulai budidaya ini pada 2004 dan fokus intensif sejak 2009. Karena kakao merupakan tanaman hutan yang membutuhkan naungan, pola ini cocok dengan ekosistem setempat dan memungkinkan tanam lebih dari satu komoditas dalam satu lahan. Inisiatif ini juga mendukung Program Lumbung Mataraman Pemerintah DIY untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Berita terkait