Kapal UEA Kembali Diserang di Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal tanker milik ADNOC, perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab (UEA), diserang pada Jumat malam saat melintasi Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri UEA menuding Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai pelaku dan menyebut insiden itu sebagai "pelanggaran nyata" hukum internasional serta tindakan "pembajakan" yang memanfaatkan selat sebagai alat pemaksaan ekonomi. Tidak ada awak kapal yang terluka. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan proyektil tak dikenal menghantam lambung kapal pengangkut curah tersebut.
Iran telah mengakui tanggung jawab resmi atas serangan dan memperingatkan kapal lain agar tidak mencoba melintasi chokepoint strategis itu. Penasihat diplomatik presiden UEA, Anwar Gargash, menegaskan serangan berulang tidak akan menyurutkan langkah UEA. Negara tersebut akan menjaga hak kebebasan navigasi dan penggunaan Selat Hormuz sesuai hukum internasional, mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional, sambil terus menempuh jalur dialog dan mengutamakan opsi diplomatik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.07
Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.53
Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Iran Ungkap 3 Pilot yang Hilang Ditahan Qatar
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 20.53
Iran kembali Dituding Serang Kapal BUMN UEA di Selat Hormuz
Berita terkait
Garda Revolusi Iran Klaim Hancurkan Drone Laut AS di Selat Hormuz
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.08
US CENTCOM Klaim Rampungkan Serangan Terhadap Radar hingga Penebar Ranjau IRGC Iran
VOI · 2 September 2026 pukul 09.30
Iran Tak Percaya AS, Rudal-Drone Digenjot untuk Hadapi Perang Lebih Besar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.04
Mojtaba Sebut Iran Pukul Telak Pasukan AS: Laut Arab Segera Bebas dari Mereka
Detik.com · 28 September 2026 pukul 23.53