Karhutla Kalimantan, Pemerintah Kerahkan 12 Ribu Petugas hingga Buat Sumur Bor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan 12.880 personel gabungan. Personel tersebar di tiga provinsi: 1.410 di Kalimantan Barat, 10.700 di Kalimantan Tengah, dan 770 di Kalimantan Selatan. Upaya meliputi pemantauan hotspot, patroli terpadu, pemadaman darat, serta pembasahan dan pendinginan area rawan. Koordinasi dilakukan melalui posko terpadu dengan dukungan berbagai instansi seperti Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat.
Untuk mengatasi keterbatasan air permukaan akibat kondisi kering, pemerintah membangun dan mengaktifkan sumur bor di wilayah prioritas. Sumur bor memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta memastikan kemampuan pendinginan berkelanjutan.
Operasi didukung sarana operasional seperti kendaraan, pompa, alat komunikasi, serta dukungan udara melalui helikopter patroli dan water bombing. Penanganan karhutla di lahan gambut menjadi fokus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan, memerlukan pendekatan terpadu untuk mencegah kejadian kembali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.32
Pemerintah Optimalkan OMC Atasi Karhutla Kalimantan
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.18
Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan, Modifikasi Cuaca Dioptimalkan
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.16
Tiga Pesawat TNI AU Casa NC-212 Dikerahkan ke Kalimantan, Dukung OMC
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 14.01
Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Berita terkait
Kebakaran Lahan Gambut di Betara Jambi, Ratusan Pohon Pinang Tumbang
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.51
Karhutla Kepung Kalimantan, BNPB Perkuat Penanggulangan dengan Satgas Udara
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.16
Kemenkes Catat Kasus ISPA di Wilayah Karhutla: Kalbar Tembus 151.965 Kasus
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 13.09
Karhutla Membara Lagi, Gardu Induk Lamandau Kalteng Kembali Terancam
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.09