Kasus Ibu Bunuh 3 Anak Bikin Geger, Satu Negara Terpecah Belah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengadilan di Plymouth, Massachusetts, mengumumkan mistrial dalam kasus Lindsay Clancy, ibu yang diduga membunuh tiga anaknya—Cora (5 tahun), Dawson (3 tahun), dan Callan (8 bulan). Persidangan selama tujuh minggu gagal menghasilkan keputusan setelah dewan juri tidak mencapai kesepakatan meski berdebat selama 40 jam. Kasus ini memicu perdebatan panas di Amerika Serikat, terutama terkait penyakit mental pascapersalinan. Kluarga korban dan sebagian publik mendukung agar terdakwa mendapat perawatan psikologis, sementara sebagian lain, termasuk keluarga korban, menuntut hukuman pidana. Lindsay Clancy mengaku mengalami halusinasi dan delusi sebelum kejadian, lalu mencoba bunuh diri dengan melompat dari jendela lantai dua hingga tubuhnya lumpuh. Pembela menyatakan ia menderita postpartum psychosis, namun jaksa menyebutkan ia telah mendapat perawatan medis yang cukup dan kejahatan diduga dilakukan secara terencana. Lebih dari 10 saksi ahli turun untuk membahas kondisi kejiwaannya, dengan sebagian dari pihak jaksa membantah adanya tanda-tanda psikosis sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.07
Juri Gagal Capai Kesepakatan, Sidang Pembunuhan Anak oleh Lindsay Clancy Dinyatakan Mistrial
Berita terkait
Mahasiswi Surabaya yang Lahiran Sendiri di Kos Kini Ditahan, Diduga Bunuh Bayi
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 10.43
Tragis, Anak Perempuan 10 Tahun di Pamekasan Tewas Diduga Dibunuh Ibu Kandung
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.34
Digital Product Passport: Siapkah Tekstil Indonesia Bertahan di Pasar Eropa?
kumparan · 6 September 2026 pukul 17.00
LPS Cari Investor untuk Selamatkan BPR/BPRS Bermasalah, Tak Lagi Andalkan Likuidasi
VOI · 6 September 2026 pukul 17.00