Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kata-kata Panglima Jilah Usai Temui Prabowo soal Hutan Kalimantan

Panglima Jilah, pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Jumat (28/8) untuk membahas isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah menegaskan bahwa praktik berladang masyarakat adat, khususnya suku Dayak, telah berlangsung selama ribuan tahun dan tidak bisa disalahkan sebagai penyebab karhutla terkini. Menurutnya, masyarakat Dayak tidak berladang di lahan gambut yang tebal dan rentan menimbulkan asap, melainkan di lahan mineral. Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat adat memiliki mekanisme pengawasan dan sosialisasi melalui tokoh adat agar pembakaran tidak dilakukan sembarangan.

Panglima Jilah meminta agar masyarakat adat yang berladang tidak disalahkan sebagai penyebab karhutla, karena praktik mereka berbeda dengan pembukaan lahan untuk perkebunan. Ia menegaskan bahwa larangan pembakaran lahan secara terbuka sebaiknya tidak diterapkan kepada kearifan lokal masyarakat adat. Presiden Prabowo Subianto pun diduga mendukung sikap ini. Panglima Jilah juga menyampaikan kekhawatiran bahwa sebagian peladang mungkin ditangkap secara salah karena kesulitan membedakan antara aktivitas berladang dan perkebunan. Ia menyatakan bahwa masyarakat adat akan ikut menyelidiki dan menyeleksi kasus serupa untuk mencegah penyalahkan yang tidak adil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait