Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebebasan Berpendapat Dijaga melalui Kritik Berbasis Data dan Keterlibatan Langsung Masyarakat

Co-Founder Malaka Project Dea Anugrah menilai kebebasan berpendapat di Indonesia menghadapi tantangan serius, khususnya meningkatnya rasa takut masyarakat untuk menyampaikan pendapat di ruang digital. Dalam Focus Group Discussion "Kebebasan Berpendapat di Indonesia: Hak Konstitusi atau Sekadar Ilusi?" di Cikini, Jakarta, Jumat (24/7/2026), Dea menyoroti bahwa aktivitas sederhana seperti membagikan atau mengunggah ulang konten kini dipersepsikan memiliki risiko hukum yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.

Dea menegaskan kritik terhadap kebijakan publik tetap perlu disampaikan secara bertanggung jawab, yaitu berbasis data yang telah diverifikasi, argumentasi kuat, dan menghindari serangan emosional maupun personal. Ia menekankan prinsip verifikasi sebagai standar jurnalistik utama yang membedakan kerja jurnalistik dari gosip, sehingga kritik akan lebih substantif dan memiliki landasan kuat.

Berita terkait