Kebijakan Trump Dinilai Kacau Balau, Ini 3 Pemicu Partai Republik Akan Mengalami Kekalahan Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ahli strategi Partai Republik AS khawatir partai akan kehilangan kendali Kongres dalam pemilihan umum sela November 2026, akibat kegagalan Presiden Donald Trump dalam menurunkan inflasi dan menghentikan konflik di luar negeri. Menurut laporan Bloomberg, jajap pendapat menunjukkan meningkatnya frustrasi pemilih terhadap kebijakan Trump, terutama terkait perang dengan Iran dan kenaikan harga bahan bakar. Amy Walter dari Cook Political Report membandingkan situasi ini dengan pemilu 2006, ketika perang Irak menyebabkan kekalahan besar bagi Partai Republik. Ia menyatakan bahwa kebijakan Trump justru bertolak belakang dengan janji kampanyenya untuk menurunkan harga dan menjauhkan AS dari perang tak berujung di Timur Tengah, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kebingungan di kalangan pemilih yang mendukungnya. Survei terbaru Ipsos-Reuters menunjukkan 63 persen warga Amerika tidak menyetujui cara Trump menangani agresi terhadap Iran, sementara hanya 25 persen yang mendukung. Pemilihan umum sela akan memperebutkan 435 kursi DPR dan 35 kursi Senat. Menjelang pemilu, tingkat kepuasan publik terhadap Trump turun ke titik terendah dalam masa kepresidenannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 06.15
Presiden Iran Minta Trump Tak Picu Kekacauan, Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 01.30
Iran Bantah Rencana Serang Barron Trump: Netanyahu Disebut Sebar Propaganda
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.23
Iran Tuding Netanyahu di Balik Isu Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 18.57
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Berita terkait
Trump Setop Kucuran Dana Keamanan untuk Pasukan Sekutu di Irak
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.42
Iran: Trump Mengidap Skizofrenia Hormuz
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 06.28
Merembet ke Tiongkok, Trump Ancam Bank China yang Kerja Sama dengan Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 23.13
Gawat! Trump Ancam Sanksi Bank China Jelang Xi Jinping ke AS
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.00