Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebutuhan Investasi Pembangunan RI Rp 8.705 Triliun, APBN Cuma Mampu Danai 5,27%

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan bahwa kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan nasional yang masif. Berbagai sektor seperti infrastruktur, energi, pendidikan, kualitas SDM, dan hilirisasi membutuhkan pembiayaan jauh melampaui kemampuan fiskal negara.

Dalam proyeksi APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun. APBN hanya menjangkau Rp 459 triliun, sementara BUMN termasuk Danantara memberikan kontribusi sebesar Rp 330 triliun. Sisanya, yaitu Rp 7.973 triliun atau sekitar 91%, harus berasal dari sumber pembiayaan swasta yang meliputi perbankan, lembaga pembiayaan lain, hingga pasar modal.

Juda Agung menekankan bahwa pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Pasar modal dianggap sebagai jembatan penghubung kebutuhan pembiayaan korporasi sekaligus sumber yang efisien dan transparan. Hal ini disampaikan dalam acara di kantor BEI, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8), menyoroti pentingnya peran pasar modal dalam mendukung pembangunan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait