Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kegiatan Belajar Tatap Muka di Tiga Kabupaten Dihentikan Sementara Akibat Gempa NTT

Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di SMA, SMK, dan SLB di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, dihentikan sementara selama masa tanggap darurat akibat gempa bumi yang melanda wilayah Flores. Penghentian ini berlaku dari 15 hingga 28 Agustus 2026, sejalan dengan penetapan status tanggap darurat bencana gempa bumi oleh Pemerintah Provinsi NTT selama 14 hari. Kebijaran disampaikan melalui surat pemberitahuan Nomor 400.3.7.6/012/CPK6.3/2026 oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi NTT, Adrianus Ngongo. Selain menghentikan KBM tatap muka, sekolah juga diminta melaporkan kerusakan bangunan akibat gempa dan menghindari penggunaan fasilitas yang rusak untuk mencegah bahaya bagi warga sekolah. KBM tatap muka akan kembali diaktifkan secara bertahap setelah kondisi dianggap aman.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan 54 hingga 68 orang meninggal dunia, lebih dari 130 orang luka, dan sekitar 5.000 warga mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pemulihan listrik mencapai 99,5%, dan ribuan personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Presiden Prabowo juga menginstruksikan pemerintah untuk turun langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Sementara itu, Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) memastikan bahwa gempa tidak memengaruhi keamanan sumber radiasi di 51 fasilitas nuklir di 8 kabupaten terdampak. PT Pertamina Patra Niaga juga mempercepat pemulihan distribusi BBM dan LPG di Flores melalui alih suplai dan perbaikan fasilitas energi. Bantuan logistik dan peralatan berat juga dikirimkan ke lokasi, termasuk satu kapal feri yang tiba di Ende pada Senin, 17 Agustus 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait