Kejadian Aneh di RI, Pabrik Tekstil Lama Bertumbangan-Muncul yang Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5% pada akhir 2026, didorong kuatnya masuknya investasi baru, terutama dari penanaman modal asing (PMA) yang dilengkapi permesinan modern. Namun, pertumbuhan ini mencerminkan paradoks: sementara pabrik baru bertambah dan berkembang, sejumlah pabrik lama terpaksa menutup atau menghentikan operasinya karena tidak mampu bersaing dengan tekanan impor murah selama lima tahun terakhir. Menurut Redma Gita Wiraswasta, Ketua Umum APSyFI, angka pertumbuhan tidak memperhitungkan investasi yang hilang akibat penutupan pabrik atau penjualan mesin, sekaligus belum mengimbangi PHK yang terjadi sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.41
PFII Beroperasi Perdana di Jakarta, Investor Asing Mulai Antre
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.34
2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 06.48
12 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 06.48