Kejadian Aneh di RI, Pabrik Tekstil Lama Bertumbangan-Muncul yang Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5% pada akhir 2026, didorong kuatnya masuknya investasi baru, terutama dari penanaman modal asing (PMA) yang dilengkapi permesinan modern. Namun, pertumbuhan ini mencerminkan paradoks: sementara pabrik baru bertambah dan berkembang, sejumlah pabrik lama terpaksa menutup atau menghentikan operasinya karena tidak mampu bersaing dengan tekanan impor murah selama lima tahun terakhir. Menurut Redma Gita Wiraswasta, Ketua Umum APSyFI, angka pertumbuhan tidak memperhitungkan investasi yang hilang akibat penutupan pabrik atau penjualan mesin, sekaligus belum mengimbangi PHK yang terjadi sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Pembatasan Outsourcing Dinilai Bisa Bikin 320 Ribu Pekerja Tak Terserap
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 21.30
Pembatasan Bidang Outsourcing RUU Ketenagakerjaan Bisa Ganggu Bisnis Tekstil
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 20.50
Sesi I Asing Kabur Rp 677,4 Miliar, Saham BCA Paling Banyak Dilepas
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.07
Bos Tekstil Wanti-Wanti Nasib 3 Juta Angkatan Kerja Baru RI, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 12.20