Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Investasi Rosan Roeslani menyatakan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan jumlah investasi 10 tahun sebelumnya. Presiden Prabowo Subianto menitikberatkan pada ketahanan energi, industrialisasi, dan hilirisasi sebagai inti pembangunan. Indonesia memiliki potensi unik melalui cadangan nikel, bauksit, tembaga, dan mineral kritis lainnya untuk transisi global. Pemerintah sedang membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan pertambangan, pengolahan, manufaktur, energi bersih, dan teknologi untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Realisasi investasi diproyeksikan melampaui USD120 miliar pada 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 14.35
Jadi Tulang Punggung, Hilirisasi Sumbang 30% Total Investasi di RI
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 14.00
Airlangga Akui Vietnam Jadi Pesaing RI dalam Merebut Investasi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.10
Demi Pertumbuhan Ekonomi 8%, RI Butuh Rp13.000 Triliun
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.15
World Bank Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2% pada 2026
Berita terkait
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, PKB sebut Industrialisasi Harus Diperkuat
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
Bahlil & Sarmuji: Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Negara Industri
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.12
Hilirisasi RI Butuh Rp11.063 Triliun, Investasi Jumbo Jadi Tantangan hingga 2040
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 18.13
Target Pertumbuhan RI 2027 6%, Airlangga: Ini PR-nya Menteri Investasi
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.52