Kejari Wonosobo Geledah Dinsos dan Dua Rumah, Usut Dugaan Penyelewengan Bansos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo tengah mengusut dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga berlangsung sejak 2018 hingga 2026. Dugaan kasus ini berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Wonosobo, Agung Dhedi Dwi Handes, penyimpangan dilakukan dengan cara menguasai buku rekening dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu ATM milik keluarga penerima manfaat (KPM). Akibatnya, sebagian atau seluruh dana bantuan tidak sampai kepada penerima yang berhak.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lebih dari 600 keluarga penerima manfaat diduga tidak memperoleh bantuan PKH secara utuh. Sebagian dari mereka bahkan sama sekali tidak menerima bantuan meski masih tercatat sebagai penerima program. Oknum staf dari program PKH diduga bertanggung jawab atas penyimpangan ini.
Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan telah memeriksa minimal 20 orang saksi. Selain itu, penyidik sedang mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum di Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan pemerintahan desa di Kabupaten Wonosobo.
Bagikan
Berita terkait
Sengketa Lahan di Humbahas Sumut Ricuh, 24 Orang Jadi Tersangka
Detik.com · 25 September 2026 pukul 03.04
Prabowo perintahkan Kapolri "all out" cek unsur pidana pelaku karhutla
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 14.57
Kompolnas Dorong Polda Metro Bongkar Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.25
Yayasan Syarif Hidayatullah Tegaskan Tak Ada Konflik dengan UIN Jakarta
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 22.42