Sebelum Kena Resuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Purbaya Yudhi Sadewa dalam podcast Periskop ID (14 September 2026) menilai tekanan ekonomi kelas menengah bukan dari bansos, melainkan terbatasnya lapangan kerja formal. Ia menyatakan pertumbuhan ekonomi 6,5-6,7 persen belum cukup menyerap angkatan kerja pasca-pandemi, membuat pekerja masuk informal dan pelaku usaha kesulitan berkembang. Purbaya menekankan perlu mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen melalui peningkatan sektor manufaktur dan industri formal, sekaligus menyatakan kelas menengah tetap mendapat subsidi energi meski tidak langsung menerima bansos. Ia prediksi dampak pertumbuhan ekonomi akan lebih terasa bagi kelas menengah pada 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 11.32
Penerimaan Pajak per Agustus 2026 Capai Rp1.409 Triliun, Menkeu: Sejalan Aktivitas Ekonomi
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 11.01
Penerimaan pajak terhimpun Rp1.409 triliun, tumbuh 24,1 persen
Detik.com · 18 September 2026 pukul 10.53
Global Gonjang-ganjing, Suahasil Klaim Ekonomi RI Masih Tangguh
Detik.com · 18 September 2026 pukul 05.55
Prabowo Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Cuma Kopdes & MBG
Berita terkait
Sebelum Kena Reshuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 12.58
Kejar Ekonomi 8%, Purbaya Pede Kelas Menengah Bakal Bangkit
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 07.45
Purbaya Ungkap Nasib Kelas Menengah Indonesia
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.15
Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.38