UOB Sebut Bangun Kepercayaan Domestik Sebelum Menarik Investor Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349053/original/038268900_1789469885-photo_6145410520937338830_w.jpg)
UOB sebut pentingnya membangun kepercayaan domestik terlebih dahulu sebelum menarik investor global. Enrico Tanuwidjaja dalam UOB Media Circle 2026 menekankan Indonesia harus menciptakan kepastian hukum, terutama perizinan dan lahan, sebagai fondasi utama. Indonesia butuh US$ 800 miliar untuk mencapai pertumbuhan 8% dengan dukungan investor asing. Posisi Indonesia unik karena didukung konsumsi domestik, berbeda dari Vietnam (elektronik), Singapura/Malaysia (ekspor), dan Filipina (jasa). FDII 2025 mengalami penurunan, namun investor tetap optimis pada green energy dan M&A jangka panjang. Keberhasilan ditunjukkan ketika investor reinvestasi di dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 01.30
Investasi Jakarta Capai Rp 173,6 T Semester I 2026, Pramono Ungkap Kuncinya
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.47
Ekonom: Pemerintah harus Dorong Reinvestasi untuk Perkuat Rupiah
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 21.27
Ekonom UOB imbau perkuat reinvestasi bantu jaga stabilitas rupiah
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.35
Mau Bikin Jakarta Kota Global, Pramono Pakai Jurus Ini Tarik Investor
Berita terkait
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pembangunan Jalan Tol Harus Berkelanjutan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 21.48
DPR Panggil Purbaya, Bos BI, OJK hingga Danantara, Ini Bahasannya!
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
Purbaya Minta Dampak FTA Dianalisis, Petakan Sektor Lemah dan Industri Berprospek
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.00
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51