Kemarau dan Karhutla Mengintai, Kasus ISPA di Sumsel Tembus Puluhan Ribu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim kemarau di Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan debu, polusi udara, dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mendesak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA saat kualitas udara memburuk. Menurut Kepala Bidang P2P Dinkes Sumsel Ira Primadesa, musim kemarau membuat masyarakat lebih rentan terhadap gangguan pernapasan. Data Dinkes mencatat jumlah kasus ISPA kumulatif bulanan 2026 mencapai 50.651 kasus pada Januari, 45.385 kasus pada Februari, 43.503 kasus pada Maret, 36.395 kasus pada April, 36.294 kasus pada Mei, 36.294 kasus pada Juni, dan 38.345 kasus pada Juli. Meski angka kumulatif Januari-Juli 2026 masih di bawah periode yang sama pada 2024 dan 2025, Dinkes Sumsel menekankan pentingnya tidak mengabaikan potensi peningkatan kasus saat memasuki puncak musim kemarau. Pada 2024, kasus ISPA mencapai 43.856 kasus pada Januari hingga 45.585 kasus pada Juli, sementara pada 2025 angka tersebut berkisar dari 45.131 kasus pada Januari hingga 46.792 kasus pada Juli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.40
Menkes Percepat Kirim Masker-Konsentrator ke Wilayah Terdampak Karhutla
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.43
ISPA Meningkat Imbas Karhutla di Kotawaringin Barat, Terkini Ada 515 Kasus
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.09
Ada Karhutla: Kasus ISPA di Kalimantan Selatan Capai 36.196
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.38
Kasus ISPA Meningkat di 6 Provinsi akibat Karhutla
Berita terkait
Kasus ISPA di Kabupaten Tasikmalaya Tembus 97.629 Selama Kemarau 2026
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.58
Gegara Karhutla, Kasus ISPA Meningkat 10%
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.49
Menkes Imbau Masyarakat Terdampak Karhutla Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 16.13
Dinkes Papua Tengah Mulai Antisipasi Peningkatan ISPA Imbas Karhutla
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 09.55