Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemarau dan Karhutla Mengintai, Kasus ISPA di Sumsel Tembus Puluhan Ribu

Musim kemarau di Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan debu, polusi udara, dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mendesak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA saat kualitas udara memburuk. Menurut Kepala Bidang P2P Dinkes Sumsel Ira Primadesa, musim kemarau membuat masyarakat lebih rentan terhadap gangguan pernapasan. Data Dinkes mencatat jumlah kasus ISPA kumulatif bulanan 2026 mencapai 50.651 kasus pada Januari, 45.385 kasus pada Februari, 43.503 kasus pada Maret, 36.395 kasus pada April, 36.294 kasus pada Mei, 36.294 kasus pada Juni, dan 38.345 kasus pada Juli. Meski angka kumulatif Januari-Juli 2026 masih di bawah periode yang sama pada 2024 dan 2025, Dinkes Sumsel menekankan pentingnya tidak mengabaikan potensi peningkatan kasus saat memasuki puncak musim kemarau. Pada 2024, kasus ISPA mencapai 43.856 kasus pada Januari hingga 45.585 kasus pada Juli, sementara pada 2025 angka tersebut berkisar dari 45.131 kasus pada Januari hingga 46.792 kasus pada Juli.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait