Kemarau Panjang, 1.400 Hektar Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemarau panjang di tiga kecamatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah menyebabkan hujan tidak turun sejak Juni 2026. Bencana ini mengancam 1.400 hektar lahan pertanian dan perkebunan di sembilan desa. Debit air sumber di Desa Kayu Agung turun menjadi 25 persen dari normal, memicu kebutuhan mendesak pasokan air bersih bagi dua keluarga. BPBD Sulteng telah melakukan kaji cepat dan meminta bantuan pompa air, sumur bor, serta penyediaan air bersih. Bencana serupa juga tercatat di Bangka, Jawa Timur, dan Sumut dengan lahan sawah gagal panen luas 2,2 hektar. BMKG memprediksi dampak El Nino 2026 akan terus berlanjut hingga 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 13.37
Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan Imbas El Nino
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.34
Peringatan BMKG, Ini Daerah Potensi Kekeringan Ekstrem Agustus 2026
Berita terkait
Ancaman Kekeringan, Legislator Usul Sumur Darurat dan Segera Modifikasi Cuaca
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 06.09
Tanggulangi Kekeringan, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Anggaran Bencana Rp1,9 Miliar
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 19.59
BMKG: Sifat Hujan di DIY Bawah Normal hingga 3 Bulan ke Depan
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.25
El Nino Berpotensi Picu Rekor Suhu Terpanas Global
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.43