Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemdikti Sebut Penulis Paper 'Nobel MBG' Cantumkan Nama Tanpa Persetujuan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkap hasil investigasi awal terkait makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk nominasi Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Menteri Brian Yuliarto membentuk tim khusus sejak 4 Agustus 2026. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang namanya tercantum, mereka mengaku tidak mengetahui, tidak dimintai persetujuan, dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun pengunggahan paper tersebut. Penulis utama berinisial DD telah membuat surat pernyataan dan menyampaikan permohonan maaf. Hasil penelusuran sementara menunjukkan DD belum menyandang jabatan guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen; DD baru menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu lalu. Kemendiktisaintek juga menjelaskan bahwa SSRN hanyalah repositori preprint, bukan lembaga berwenang dalam proses penentuan Nobel Perdamaian. Keberadaan paper di SSRN tidak berarti klaimnya telah diverifikasi Komite Nobel, dan pencantuman nama tanpa persetujuan merupakan persoalan etika publikasi ilmiah. Proses nominasi Nobel memiliki mekanisme tersendiri dan identitas nominator/nominasi dirahasiakan selama 50 tahun. Istilah 'nominasi' dalam judul paper tidak dapat diartikan sebagai nominasi resmi Nobel. Investigasi masih berlangsung secara objektif dan berbasis fakta; jika ditemukan pelanggaran etika akademik, kementerian akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait