Kemenag perkuat transformasi madrasah lewat revitalisasi-digitalisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan transformasi madrasah terus diperkuat melalui revitalisasi infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan pengarusutamaan Ekoteologi. Langkah ini menjadi strategi Kementerian Agama menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menag menyebut pembangunan sumber daya manusia adalah investasi terbesar bangsa, sehingga lulusan madrasah diharapkan unggul secara akademik sekaligus berkarakter, toleran, dan peduli lingkungan.
Dukungan infrastruktur telah diwujudkan dengan revitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan, pembangunan 352 madrasah, serta 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Digitalisasi diperluas lewat distribusi 2.180 Papan Interaktif Digital (PID) kepada 551 madrasah di berbagai daerah. Sementara itu, KBC menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Penguatan karakter diperluas melalui Program Ekoteologi yang mengintegrasikan nilai agama dengan pelestarian lingkungan. Aksi nyata meliputi gerakan penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, hingga pemanfaatan eco-enzyme sebagai wujud pengamalan nilai agama dalam menjaga bumi.
Bagikan
Berita terkait
KFC Fokus Bertransformasi demi Pertahankan Eksistensi Selama 47 Tahun
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 19.15
Bata Perkuat Bisnis di Indonesia: Fokus pada Produk hingga Relevansi Konsumen
kumparan · 22 September 2026 pukul 15.18
Kemenag Gandeng Save the Children, Fokus pada Mutu Pendidikan dan Perlindungan Anak
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 20.40
Kemenag Terbitkan Aturan Penggunaan Telepon Genggam di Madrasah
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 09.00