Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan ada risiko sekitar 400 ribu data tidak valid dari total 5,7 juta data antrean calon haji. Data itu akan divalidasi ulang dengan mencocokkannya ke data kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Nilai porsi 400 ribu data tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun, karena setiap calon haji sudah membayar porsi Rp25 juta.
Validasi dilakukan untuk mengetahui jumlah antrean yang masih aktif dan memastikan dana masih tercatat di rekening calon haji. Sebagian data invalid diduga milik orang yang sudah meninggal. Ada ahli waris yang tidak ingin menggantikan keberangkatan atau menarik dana, karena menganggap orang tua sudah terhitung berangkat haji sehingga uangnya dibiarkan tetap di rekening.
Kementerian Haji dan Umrah juga menelusuri perusahaan travel umrah yang harus ditutup karena penipuan. Setiap tahun sekitar 3 juta orang berangkat umrah dengan biaya sekitar Rp30 juta per orang, sehingga perputaran dananya sekitar Rp90 triliun. Pengawasan dinilai perlu karena masih ada jamaah terlantar dan ditipu, termasuk kasus di Medan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 19.46
Wamenhaj: Terdapat 400 Ribu dari 5.7 Juta Data Antrean Haji yang Berisiko Tak Valid
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.38
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Bidang Kesehatan Dibuka Besok, Ini Syaratnya
Berita terkait
Tips Memilih Travel Umrah dan Haji, Jangan Tergiur Harga Murah
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.06
Khazzanah Ramaikan Pameran CNN Indonesia Islamic Travel Connect 2026
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 12.58
HNW Dukung Kegiatan Sosialisasi & Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 09.26
Pengunjung Islamic Travel Connect Incar Umrah Akhir Tahun
CNN Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 17.21