Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan ada risiko sekitar 400 ribu data tidak valid dari total 5,7 juta data antrean calon haji. Data itu akan divalidasi ulang dengan mencocokkannya ke data kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Nilai porsi 400 ribu data tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun, karena setiap calon haji sudah membayar porsi Rp25 juta.

Validasi dilakukan untuk mengetahui jumlah antrean yang masih aktif dan memastikan dana masih tercatat di rekening calon haji. Sebagian data invalid diduga milik orang yang sudah meninggal. Ada ahli waris yang tidak ingin menggantikan keberangkatan atau menarik dana, karena menganggap orang tua sudah terhitung berangkat haji sehingga uangnya dibiarkan tetap di rekening.

Kementerian Haji dan Umrah juga menelusuri perusahaan travel umrah yang harus ditutup karena penipuan. Setiap tahun sekitar 3 juta orang berangkat umrah dengan biaya sekitar Rp30 juta per orang, sehingga perputaran dananya sekitar Rp90 triliun. Pengawasan dinilai perlu karena masih ada jamaah terlantar dan ditipu, termasuk kasus di Medan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait