Penyeragaman Bungkus Rokok Dinilai Sebagai Langkah yang Keliru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel dari JPNN.com membahas kritik terhadap rencana penyeragaman bungkus rokok menjadi polos. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji, menilai kebijakan ini tidak efektif untuk menekan angka perokok dan justru akan memicu dampak ekonomi buruk, seperti 'tsunami ekonomi' di sentra pertanian tembakau dan cengkeh. Agus menyebut tiga dampak fatal: pelanggaran hak kekayaan intelektual (HAKI), peningkatan rokok ilegal yang menghilangkan potensi penerimaan cukai hasil tembakau, dan matinya kompetisi pembelian hasil panen petani. Kemasan polos dianggap mudah dipalsukan, sehingga berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal dan kehilangan pendapatan negara dari cukai senilai ratusan triliun rupiah. Selain itu, aturan larangan bahan tambahan dalam rokok juga dinilai melampaui batas kewajaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.13
Kemenko PMK dan Petani: Wacana Ambang Batas Nikotin Belum Jadi Prioritas
Berita terkait
Aguan hingga Bos BSD Kumpul, Ini Persoalan yang Dibahas
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
OJK Kejar Aturan Bursa Mineral, Ditargetkan Rampung 17 September 2026
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.48
Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.50
Gawat! Dokter dan Talenta Teknologi Ramai-Ramai Eksodus dari Israel, Pertanda Apa?
JawaPos · 11 Agustus 2026 pukul 05.54