Riset Ungkap Respons Konsumen terhadap Perubahan Produk Tembakau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Litbang Kompas mengungkapkan respons konsumen terhadap kemungkinan perubahan produk tembakau akibat pengaturan yang sedang dibahas pemerintah. Hasilnya menunjukkan 38% responden akan memilih varian rasa lain dari merek yang sama jika rasa favorit tidak tersedia, sementara 34% akan beralih ke merek berbeda dengan rasa serupa. Riset juga mencatat 70% responden menilai bahan tambahan penting dalam pemilihan rokok, dan 90% memperkirakan konsumen berpotensi beralih ke rokok ilegal jika varian rasa dilarang, meski temuan kualitatif menunjukkan mayoritas konsumen dan pedagang masih menghindari produk ilegal. Sebanyak 21% responden yakin pembatasan bahan tambahan efektif mengurangi konsumsi rokok, namun 87% menganggap penerapannya sulit dilakukan. Kebijakan ini sedang dibahas sebagai bagian dari aturan turunan PP No 28/2024 tentang Kesehatan, termasuk pembatasan kadar tar dan nikotin serta penggunaan perisa pada produk tembakau.
Bagikan
Berita terkait
Kemenko PMK dan Petani: Wacana Ambang Batas Nikotin Belum Jadi Prioritas
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.13
Penjelasan XLSmart Soal Sisa Kuota Tak Boleh Hangus
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 15.06
Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 00.08
Pemerintah Resmi Melarang Operator Menghanguskan Sisa Kuota Internet Konsumen
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 09.25