AS Ancam Sanksi China Jika Nekat Berbisnis dengan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat memperingatkan China dan negara lain akan sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kampanye 'Operation Economic Outcast' yang menargetkan lima sektor Iran: aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. Setiap entitas yang membantu Iran mencucikan uang atau mendukung teknologi nuklirnya akan dikeluarkan dari sistem dolar AS. Bessent menekankan tidak ada yang kebal sanksi, termasuk China sebagai mitra dagang utama Iran. Ancaman sanksi muncul di tengah upaya Trump mempercepat kesepakatan dengan Iran sebelum kunjungan Xi Jinping ke Gedung Putih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 21.40
Sanksi Ekonomi AS Tidak Akan Meruntuhkan Pemerintahan Mojtaba, Ini 5 Alasannya
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.07
Iran Ancam Konsekuensi Bagi Negara yang Gabung Operasi Ekonomi AS
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.24
Terancam Sanksi AS Terkait Iran, China Buka Suara
Berita terkait
China Tolak ‘Economic D-Day’ Trump terhadap Iran, Sebut Sanksi Tak Menyelesaikan Masalah
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 16.00
AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran Pekan Depan, Lebih Keras dari Sebelumnya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22
Pakistan Gelar Dialog dengan Iran soal Konflik Teheran-AS
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 20.01
AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 13.05