Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran

Amerika Serikat (AS) meluncurkan kampanye baru bernama 'Operation Economic Outcast' untuk memutus jalur ekonomi vital Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kampanye ini menargetkan lima sektor ekonomi Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. AS memperingatkan bahwa negara atau entitas yang berbisnis dengan Iran, termasuk mitra dagang utama Iran seperti China, berisiko mendapatkan sanksi sekunder yang lebih ketat. Bessent menegaskan bahwa tidak ada pihak yang kebal dari sanksi AS dan setiap negara akan diberikan batas waktu untuk menghentikan aktivitas yang diidentifikasi. Jika tidak ada tindakan yang diambil, AS siap mengambil langkah sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan.

Dalam upaya ini, AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal di seluruh dunia yang diduga terlibat dalam membantu Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal ilegal, melakukan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan dari minyak. Bessent menekankan bahwa para pemimpin dunia harus membuat keputusan antara kemakmuran dan isolasi, perdamaian dan teror, serta antara Amerika dan Iran. Namun, pemerintahan AS belum merilis rincian lengkap dari rencana tekanan ekonomi terbarunya.

Kampanye ini muncul di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan. Ancaman sanksi ini juga datang tidak lama sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih, menambah kompleksitas dinamika diplomatik terkait isu Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait