Kepala BGN Sebut Ada Yayasan yang Minta Setoran ke SPPG per Ompreng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan temuan yayasan yang meminta setoran ke SPPG berdasarkan jumlah ompreng disalurkan, padahal tidak memberikan kontribusi operasional atau pembinaan dapur. Temuan ini muncul selama proses registrasi pembaruan perjanjian kerja sama di seluruh Indonesia. Praktik ini dianggap menambah beban mitra dan berpotensi menurunkan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mengatasi hal ini, BGN memberikan kesempatan mitra mengganti yayasan penengah bila dirugikan, dengan dua portal registrasi tersedia untuk yayasan dan mitra. Sudaryono menegaskan anggaran MBG harus dialokasikan maksimal untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat dengan transparan dan akuntabel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 16.18
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra Dapur MBG
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 21.38
BGN Temukan Dapur MBG 'Dipalak' Yayasan 'Gabut'
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 19.15
BGN Minta Kepala Daerah Terlibat Awasi Dapur MBG, Sudaryono: Tidak Perlu Takut Buat Sidak!
Berita terkait
TNI Hormati Proses Hukum Kolonel Budi Utomo dalam Kasus Korupsi Anggaran MBG
JawaPos · 30 September 2026 pukul 18.52
Tembus Rp240 Triliun, Postur APBN 2027 Disentil: Anggaran Pendidikan Cuma Sepertiga Lembaga Ini!
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 18.20
Insentif Dapur MBG Diubah Jadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.40
Kejagung Tetapkan Kolonel TNI Aktif Budi Utomo Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG di BGN
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 01.04