Kepala BMKG Ungkap Erupsi Anak Krakatau Jenis Strombolian, Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status siaga (level 3) sejak 2 Juli 2026. Erupsi pertama tercatat pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dengan jenis erupsi Strombolian, yang ditandai oleh letusan ringan berulang dengan magma cair dan tekanan gas sedang. Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, erupsi ini menghasilkan letusan kecil, bom vulkanik, lapili, dan kembang api lava. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan bahwa erupsi masih terus terjadi hingga pagi hari ini, namun frekuensinya mulai menurun dibandingkan saat erupsi pertama. Meskipun demikian, status masih dipertahankan pada level siaga karena aktivitas gunung belum sepenuhnya mereda. BMKG juga memantau aktivitas petir di sekitar gunung sebagai bagian dari sistem peringatan dini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 13.39
Lima Bandara yang Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.35
5 Bandara Tutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
VOI · 6 September 2026 pukul 12.00
BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau, Pasang Surut Laut Normal dan Masyarakat Diminta Tenang
Berita terkait
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.52
Halaman Terminal 3 Bandara Soetta Berdebu Dampak Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.45
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10