Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Waka Komisi IX Minta BGN Lakukan Perubahan Besar Program MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perubahan besar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mengganti sistem dapur tersentralisasi dengan school-based kitchen atau dapur berbasis sekolah. Hal ini dilatarkan untuk menurunkan risiko keracunan makanan yang semakin tinggi. Berdasarkan data per 2 September 2026, tercatat 50.059 orang menjadi korban dari 460 kasus keracunan di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota. Charles menilai angka ini menunjukkan masalah sistemik, bukan sekadar kejadian terisolasi. Dapur berbasis sekolah diharapkan memperpendek waktu antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi siswa, sehingga mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Menurutnya, setelah empat jam makanan dibiarkan di suhu ruang, risiko pertumbuhan bakteri meningkat secara signifikan. Selain keamanan pangan, dapur berbasis sekolah juga diharapkan mendukung perekonomian lokal dengan menggunakan bahan baku dari pasar dan peternak di sekitar wilayah sekolah. Untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi, Charles mengusulkan agar pemerintah memberikan ganti rugi satu kali jika sistem tersebut dialihkan ke model baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait