Kerja Sama RI-Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Norwegia telah mengembangkan model kerja sama internasional baru dalam diplomasi iklim yang berbasis kinerja melalui mekanisme Results-Based Payment (RBP). Dalam skema ini, pembayaran diberikan setelah Indonesia berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan berdasarkan capaian yang terukur dan diverifikasi secara independen. Kemitraan ini bermula dari Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani pada Mei 2010 di Oslo dengan kontribusi berbasis hasil hingga USD1 miliar. Namun berbagai tantangan kelembagaan menyebabkan kedua negara mengakhiri LoI pada September 2021 dan membentuk kerangka kerja sama baru melalui MoU pada September 2022.
Kerangka baru ini menempatkan kedua negara sebagai mitra yang setara dengan prinsip saling menghormati dan saling percaya, berbeda dengan pola bantuan pembangunan konvensional. Melalui skema tersebut, Indonesia telah menerima tiga tahap pembayaran kinerja senilai total sekitar USD216 juta, mencakup capaian pengurangan emisi periode 2016 hingga 2020. Hal ini disampaikan dalam peluncuran buku "Diplomasi Bumi: Cerita di Balik Indonesia's FOLU Net Sink 2030" di Jakarta pada 30 Juli 2026, yang menegaskan bahwa diplomasi lingkungan kini menjadi bagian penting dari diplomasi pembangunan Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.29
Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja
Berita terkait
Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau: Pemulihan Mangrove Ciptakan Green Jobs
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 22.05
Menhut Raja Juli: SRAK Harus Jadi Pedoman yang Dijalankan, Bukan Sekadar Dokumen
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.46
George Soros Ternyata Pernah Datangi Zulhas
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 05.55
Reaksi Raja Juli Ditanya SGD 2.000 Hilang dari Amplop Bupati Kuansing
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 16.54