Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja

Kemitraan Indonesia dan Norwegia dalam menjaga hutan tropis dinilai menghadirkan model baru diplomasi iklim yang lebih setara, transparan, dan berbasis hasil. Melalui mekanisme Results-Based Payment (RBP), pembayaran diberikan setelah Indonesia berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan berdasarkan capaian yang terukur dan diverifikasi secara independen.

Pandangan ini mengemuka dalam peluncuran buku 'Diplomasi Bumi: Cerita di Balik Indonesia's FOLU Net Sink 2030' yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan di Jakarta. Kemitraan ini bermula dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Mei 2010 di Oslo, yang membuka peluang kontribusi berbasis hasil hingga US$1 miliar sesuai capaian pengurangan emisi Indonesia dari sektor kehutanan.

Implementasi LoI menghadapi berbagai tantangan kelembagaan sehingga kedua negara menyepakati pengakhiran LoI pada September 2021. Namun, hal ini menjadi momentum untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih matang. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menegaskan bahwa keberhasilan menekan deforestasi dan memperbaiki tata kelola hutan menunjukkan perlindungan hutan memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap komitmen Indonesia dalam memenuhi target Persetujuan Paris.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait