Airlangga Ungkap Alasan Tarif Listrik Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia tidak naikkan tarif listrik pada Kuartal III 2026 meski situasi geopolitik Selat Hormuz memanas. Ketaikan ini terjaga karena Indonesia masih mengandalkan batu bara sekitar 50% untuk pembangkit listrik, sehingga harga energi tidak terdampak langsung oleh kenaikan global. Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyatakan bahwa subsidi energi juga berfungsi sebagai buffer stabilitas ekonomi makro. Pemerintah tetap berfokus pada transisi energi dengan target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW dan optimasi energi surya di desa serta kawasan industri. Kebijakan ini menjaga daya beli masyarakat serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI
Berita terkait
Harga Batu Bara Menguat di Tengah Pembatasan Ekspor, Nikel & CPO Merosot
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 09.50
Populer: RI Kalah dari Vietnam Tarik Investasi; ESDM Setujui 95% RKAB 2026
kumparan · 30 September 2026 pukul 05.00
95% RKAB Batu Bara 2026 Disetujui, Produksi Sekitar 720 Juta Ton
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
RI Mau Ubah Batu Bara Jadi BBM, Nilai Keekonomian Dinilai Masih Jadi Persoalan
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.12