Airlangga Ungkap Alasan Tarif Listrik Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia tidak naikkan tarif listrik pada Kuartal III 2026 meski situasi geopolitik Selat Hormuz memanas. Ketaikan ini terjaga karena Indonesia masih mengandalkan batu bara sekitar 50% untuk pembangkit listrik, sehingga harga energi tidak terdampak langsung oleh kenaikan global. Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyatakan bahwa subsidi energi juga berfungsi sebagai buffer stabilitas ekonomi makro. Pemerintah tetap berfokus pada transisi energi dengan target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW dan optimasi energi surya di desa serta kawasan industri. Kebijakan ini menjaga daya beli masyarakat serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagikan
Berita terkait
Kejar PLTS 100 GW, Prabowo Hitung Penghematan Rp73,9 Triliun per Tahun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.20
Petani Didorong Genjot Produksi, Pemerintah Harus Pastikan Pasar Tersedia
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.35
Minat Jalan-Jalan Tinggi, Transaksi Valas BCA Tumbuh Double Digit
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.30
Kasus Korupsi Batu Bara Kukar, KPK Panggil Direktur PT Sinar Kumala Naga
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.28