Ketika Empati Hilang, Coreng Wajah Pelayanan Kesehatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315744/original/019758300_1785885131-yurizal.webp)
Yurizal, pasien peserta BPJS, meninggal dunia setelah sempat mengeluh menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Keluhan yang diunggahnya di media sosial justru dibalas komentar sinis dan minim empati dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan. Beberapa komentar menyebut pasien "bacot" dan menyarankan pindah ke ruang jenazah. Komentar-komentar ini memicu kemarahan publik dan membuka diskusi mengenai etika tenaga kesehatan di ruang digital.
Organisasi profesi dan pemerintah merespons kasus ini. Ketua IDI Slamet Budiarto menegaskan komentar tersebut bertentangan dengan kode etik dan sumpah profesi dokter, serta berjanji menelusuri asal tenaga kesehatan yang bersangkutan. Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) juga tengah mengidentifikasi dan mendata tenaga medis yang diduga terlibat, sementara Kementerian Kesehatan menyayangkan sikap tidak berempati tersebut. Akademisi komunikasi digital Afgiansyah menilai masalah ini juga berkaitan dengan rendahnya literasi media sosial di kalangan tenaga kesehatan.
Setelah kasus ini menjadi sorotan, beberapa pemilik akun yang melontarkan komentar sinis menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka mengakui komentar yang ditulis tidak mencerminkan empati dan profesionalisme, serta menyatakan siap menerima segala konsekuensi dari perbuatannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 00.04
Puan Maharani: Tenaga Kesehatan Harus Berempati, Termasuk kepada Pasien BPJS
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.21
RS Pusri Ambil Sikap Tegas, Dokter Mitra Dihentikan Setelah Komentar Soal Pasien BPJS Viral
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.33
Puan Soroti Kasus Pasien BPJS, Minta Sistem Layanan Kesehatan Dievaluasi
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.53
Nakes Hina Pengguna BPJS, Komisi IX: Pasien Butuh Pertolongan, Bukan Perundungan
Berita terkait
Pemprov Jabar Buka Suara soal Yurizal Warga Bogor Dicibir Banyak Nakes
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 07.25
Nasib Dokter PPDS UGM yang Berkomentar Nirempati Terhadap Pasien BPJS
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.35
Rekomendasi RSA UGM ke Nakes Cibir Pasien BPJS: Sanksi Berat
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.56
Cibir Pasien BPJS 'Ruang Jenazah Kosong', Dokter di NTT Minta Maaf
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 08.10