Ketua Fatwa MUI Jatim Buka Suara Usai Dihina 'Goblok' Bos Sound Horeg
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin, memberikan pernyataan terkait penggunaan kata 'goblok' oleh salah satu pengusaha sound horeg dalam acara televisi nasional. Ma'ruf menjelaskan ada dua pengusaha sound horeg yang berinteraksi dengannya: David Stefan dari Blizzard Audio yang sudah beberapa kali bertemu dan berdiskusi langsung, serta Setyo Budi Sularso (Budi) dari Aeromax Sound System yang baru ditemuinya di studio televisi. Menurut Ma'ruf, David bersikap kooperatif dalam diskusi terkait fatwa dan pembatasan sound horeg. Sementara itu, Budi yang baru bertemu pertama kalinya langsung menggunakan kata kasar tersebut. Ma'ruf tidak mempermasalahkan pernyataan tersebut dan membandingkannya dengan hubungan dokter dan pasien perokok yang kerap mencemooh larangan dari dokter. Ia menjelaskan bahwa mengeluarkan fatwa untuk kebaikan publik merupakan risiko yang wajar, sebagaimana yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW. Ma'ruf juga menegaskan proses seleksi ketat para kiai sebelum bergabung di Komisi Fatwa MUI, termasuk latar belakang pendidikan dan jenjang akademik. Ia menduga pernyataan kasar tersebut muncul karena Budi belum banyak mengetahui tentang peran dan fungsi MUI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 11.40
MUI Jatim soal Sound Horeg Dibatasi: Hadirkan Dancer Wanita hingga Pesta Miras
kumparan · 10 September 2026 pukul 10.26
Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI Jatim 'Goblok', Ketua Fatwa: Kita Ajak Kebaikan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.30
Bos Sound Horeg Minta Maaf Sebut MUI Jatim Goblok: Saya Khilaf
Berita terkait
Siaran Hina MUI Jatim Goblok Viral, Bos Sound Horeg Klaim Sudah Tobat
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.46
Tiga Orang Tewas akibat Sound Horeg, MUI Jatim Desak Polisi Bertindak Tegas
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 11.36
MUI Jatim Minta Polisi Bertindak Usai Sound Horeg Makan 3 Korban
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.31
Polisi Selidiki Kematian Peserta Karnaval Sound Horeg di Banyuwangi
kumparan · 10 September 2026 pukul 18.11