Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

MUI Jatim Minta Polisi Bertindak Usai Sound Horeg Makan 3 Korban

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendesak aparat kepolisian bertindak tegas terhadap penyelenggaraan karnaval sound horeg menyusul tewasnya tiga korban jiwa sepanjang Agustus 2026. Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin menyatakan bahwa dampak sound horeg kini lebih serius karena menimbulkan korban jiwa, bukan hanya kerusakan rumah dan infrastruktur. MUI hanya dapat memberikan fatwa, sementara eksekusi lapangan menjadi tanggung jawab kepolisian. Tiga korban yang tewal adalah SN (29), kru sound horeg asal Jember yang tewas pada 2 Agustus setelah kepalanya terbentur gapura, Bonari (44), warga Banyuwangi yang meninggal diduga akibat serangan jantung pada 23 Agustus, dan Slamet Timbang (57), petani Jember yang tewas tertimpa kanopi dan tembok apotek yang ambruk akibat getaran sound horeg.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait