MUI Jatim Minta Polisi Bertindak Usai Sound Horeg Makan 3 Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendesak aparat kepolisian bertindak tegas terhadap penyelenggaraan karnaval sound horeg menyusul tewasnya tiga korban jiwa sepanjang Agustus 2026. Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin menyatakan bahwa dampak sound horeg kini lebih serius karena menimbulkan korban jiwa, bukan hanya kerusakan rumah dan infrastruktur. MUI hanya dapat memberikan fatwa, sementara eksekusi lapangan menjadi tanggung jawab kepolisian. Tiga korban yang tewal adalah SN (29), kru sound horeg asal Jember yang tewas pada 2 Agustus setelah kepalanya terbentur gapura, Bonari (44), warga Banyuwangi yang meninggal diduga akibat serangan jantung pada 23 Agustus, dan Slamet Timbang (57), petani Jember yang tewas tertimpa kanopi dan tembok apotek yang ambruk akibat getaran sound horeg.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 14.31
3 Orang di Jatim Tewas Buntut Sound Horeg Selama Agustus
Detik.com · 1 September 2026 pukul 20.57
Penjelasan Polri soal Tahapan Pelayanan Aksi: Penegakan Hukum yang Terakhir
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 22.16
Pengamat Sebut Polri Mampu Kendalikan Eskalasi Kerusuhan saat Demo 27 Agustus
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.24
Wamen HAM Sesalkan Demonstrasi Berujung Korban Jiwa, Minta Pelaku Ditindak Tegas
Berita terkait
Polda Metro Hormati Aksi Warga: Harus Dibedakan dengan Tindakan Langgar Hukum
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 23.13
Jatim Perketat Aturan Sound Horeg Jelang 17-an, Siapkan Sanksi Tegas
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 03.30
Kapolri Pastikan Tindak Pelaku Penyebaran Hoaks Demo
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.47
Ledakan di kantor polisi Pakistan tewaskan 14 orang
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 07.44