Ketua Komisi XII DPR Kritik Keras SKK Migas Gara-gara Cost Recovery
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Komisi XII DPR, Melchias Markus Mekeng, mempertanyakan tren kenaikan cost recovery SKK Migas yang tidak sejalan dengan penurunan produksi minyak dan gas nasional. Meski alokasi dana cost recovery terus meningkat, lifting minyak dan gas justru mengalami penurunan, sehingga Mekeng meminta SKK Migas menjelaskan logika dan alasan di balik kenaikan biaya tersebut. Ia menyoroti anggaran cost recovery tahun 2027 yang direncanakan mencapai US$10,1 miliar atau sekitar Rp175 triliun, dan menegaskan bahwa uang ini bersumber dari APBN yang pada gilirannya berasal dari pajak rakyat. Mekeng menilai transparansi penggunaan dana ini menjadi penting agar publik dapat menilai keefektifan dan akuntabilitasnya. DPR dan masyarakat perlu tahu bagaimana setiap biaya yang dibebankan ke negara dapat mempengaruhi peningkatan produksi migas nasional. Oleh karena itu, ia meminta SKK Migas membuka seluruh struktur cost recovery, termasuk komponen biaya, penentu kelayakan, dan ukurannya. Komisi XII DPR akan meminta penjelasan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tegas jika penjelasan yang diberikan dianggap tidak memadai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 17.07
Melchias Mekeng Soroti Cost Recovery Naik tapi Lifting Turun
Berita terkait
Komisi XII DPR Usir Perwakilan PT Jababeka Tbk Saat RDPU, Begini Alasannya
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 08.58
Dianggap Lecehkan Parlemen, Komisi XII DPR Usir Perwakilan PT Jababeka Tbk dari RDPU
VOI · 7 September 2026 pukul 22.24
Senator Filep: Perlu Model Ekonomi SKK Migas Perjelas Transparansi PI 10 Persen
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 15.27
Bakal Gantikan SKK Migas, Ini Peran 'Kuat' BUK dalam RUU Migas
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.45