Ketua PWNU Jateng Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menekankan pentingnya pengembangan ekonomi syariah yang berbasis pada masyarakat luas, khususnya petani, nelayan, pelaku UMKM, dan jaringan pesantren. Menurutnya, dengan lebih dari 220 juta penduduk muslim di Indonesia, termasuk sekitar 140 juri yang terdiri dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM, strategi ekonomi syariah harus menyentuh akar ekonomi rakyat agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat. Gus Rozin menyatakan bahwa meskipun kesadaran terhadap ekonomi syariah relatif tinggi, tantangan utama terletak pada transformasi pengetahuan dan niat menjadi keputusan nyata untuk menggunakan produk keuangan syariah. Kebanyakan masyarakat masih terbiasa dengan sistem perbankan konvensional, sehingga sering membandingkan produk syariah dengan konvensional berdasarkan persentase bunga, padahal sistem syariah menggunakan struktur margin atau nisbah yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih intensif mengenai karakter keuangan sehari-hari dan keunggulan struktur pembiayaan syariah, termasuk kepastian kontrak dan keuntungan yang stabil meski kondisi ekonomi berubah.
Bagikan
Berita terkait
BSI dan Danantara Perkuat Ekosistem UMKM agar Pelaku Usaha Naik Kelas
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.51
BPKH: Ekosistem Haji-Umrah Mesin Penggerak Ekonomi Syariah RI
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 14.55
Airlangga soal QRIS Bebas Biaya: Pedagang Senang
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.14
Pemerintah Percepat Standardisasi Tarif Kargo Udara Turunkan Biaya Logistik
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.58