Kiamat Nuklir Depan Mata, Perlombaan Senjata Pemusnah Massal Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebijakan pertahanan AS tahun 2026 di bawah Donald Trump mengurangi dukungan perlindungan nuklir bagi sekutu, menuntut mereka membeli sistem pertahanan sendiri. Hal ini memicu peningkatan eksplorasi nuklir di negara seperti Prancis, Jepang, Lithuania, Finlandia, serta spekulasi soal kemungkinan Jepang meninggalkan komitmen non-nuklir. Para ahli menyatakan perlombaan senjata memicu ketegangan dan risiko eskalasi tidak disengaja, sementara 9.000 hulu ledak aktif disimpan untuk penggunaan militer. Dari 12.000 lebih senjata nuklir global, sebagian besar berada di Rusia dan AS yang menguasai 83 persen total. Gagalnya konsensus di PBB mengkhawatirkan kerusakan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Bagikan
Berita terkait
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Iran: Perluasan Persenjataan Nuklir AS Ancaman bagi Seluruh Umat Manusia!
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 07.48
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Pentagon Mungkin akan Kurangi Kehadiran Militer AS di Timur Tengah usai Perang Iran
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 12.13