Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kiamat Nuklir Depan Mata, Perlombaan Senjata Pemusnah Massal Memanas

Kebijakan pertahanan AS tahun 2026 di bawah Donald Trump mengurangi dukungan perlindungan nuklir bagi sekutu, menuntut mereka membeli sistem pertahanan sendiri. Hal ini memicu peningkatan eksplorasi nuklir di negara seperti Prancis, Jepang, Lithuania, Finlandia, serta spekulasi soal kemungkinan Jepang meninggalkan komitmen non-nuklir. Para ahli menyatakan perlombaan senjata memicu ketegangan dan risiko eskalasi tidak disengaja, sementara 9.000 hulu ledak aktif disimpan untuk penggunaan militer. Dari 12.000 lebih senjata nuklir global, sebagian besar berada di Rusia dan AS yang menguasai 83 persen total. Gagalnya konsensus di PBB mengkhawatirkan kerusakan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Berita terkait