Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang anggota parlemen Iran, Fada Hossein Maleki, menyatakan bahwa Teheran akan memberikan balasan setimpal jika AS menggunakan senjata nuklir terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas laporan media mengenai kemungkinan serangan nuklir AS terhadap Iran. Maleki, yang merupakan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan kantor berita Iran, Khabar Online.
Maleki menilai kemungkinan serangan nuklir AS terhadap Iran, terutama di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ia menuturkan bahwa meskipun tidak menutup kemungkinan tindakan gegabah dari Trump, dirinya rasa Trump tidak akan berani melakukannya karena dapat menjerumuskan dunia ke dalam perang yang berbahaya.
"Jika tindakan semacam itu dilakukan, Republik Islam Iran juga akan memberikan respons, dan reaksinya akan sepadan dengan jenis senjata yang digunakan terhadap Iran," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan geopolitik yang ada antara Iran dan AS, terutama terkait kebijakan nuklir Iran dan sanksi yang diberlakukan AS terhadap negara tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
IRGC Tepis Klaim Presiden Trump Mengenai Pembicaraan Iran-AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.12
Pasukan AS Diam-diam Kawal Kapal Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
Berita terkait
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59
Pesan Xi ke Trump: Dialog untuk Akhiri Perang Iran
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.16
Eks Dubes AS Peringatkan Potensi Serangan Spektakuler Iran dalam 6 Pekan Mendatang
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 20.36
Presiden Iran: Tekanan dan Ancaman AS Berisiko Gagalkan Diplomasi
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 19.04