Pentagon Mungkin akan Kurangi Kehadiran Militer AS di Timur Tengah usai Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pentagon sedang mengevaluasi kembali kehadiran militer AS di Timur Tengah pasca-perang Iran. Evaluasi ini fokus pada pengurangan jumlah pasukan di kawasan Teluk, di mana pangkalan utama AS menjadi target serangan Iran selama berbulan-bulan. Kerusakan pada pangkalan memberikan peluang untuk meninjau ulang postur militer AS di wilayah tersebut. Beberapa pangkalan mungkin tidak akan dibangun kembali dalam bentuk semula. Proses evaluasi dipimpin oleh Kantor Kebijakan Pentagon bersama Staf Gabungan dan Komando Pusat AS (US Central Command). Menteri Pertahanan Pete Hegseth belum memberikan perintah resmi, melainkan menyebut upaya ini sebagai perencanaan yang cermat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 07.54
Pangkalan AS Rusak Diserang Iran, Pentagon Kaji Pengurangan Pasukan di Timur Tengah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.00
AS Diam-Diam "Interogasi" Anggota NATO, Loyalitas Sekutu Trump Diuji
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 04.17
AS Siapkan Isolasi Ekonomi Terbesar dalam Sejarah untuk Runtuhkan Rezim Iran
Berita terkait
AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 06.05
AS Hadapi Kekurangan Kritis Rudal Pencegat Pertahanan Udara, dari 2.300 jadi Hanya 827
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 12.58
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.58
Perang Iran Tak Kunjung Usai, AS Kirim Kapal Induk ke-3 ke Timur Tengah
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.14