Pentagon Mungkin akan Kurangi Kehadiran Militer AS di Timur Tengah usai Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pentagon sedang mengevaluasi kembali kehadiran militer AS di Timur Tengah pasca-perang Iran. Evaluasi ini fokus pada pengurangan jumlah pasukan di kawasan Teluk, di mana pangkalan utama AS menjadi target serangan Iran selama berbulan-bulan. Kerusakan pada pangkalan memberikan peluang untuk meninjau ulang postur militer AS di wilayah tersebut. Beberapa pangkalan mungkin tidak akan dibangun kembali dalam bentuk semula. Proses evaluasi dipimpin oleh Kantor Kebijakan Pentagon bersama Staf Gabungan dan Komando Pusat AS (US Central Command). Menteri Pertahanan Pete Hegseth belum memberikan perintah resmi, melainkan menyebut upaya ini sebagai perencanaan yang cermat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.50
Ketua Parlemen Iran Kunjungi Irak Bahas Kerja Sama Regional
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.27
Prancis Usir Dua Diplomat Iran Balas Penahanan Diplomat di Teheran
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 04.00
Negosiator Utama Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Memenuhi Tuntutan
Berita terkait
AS Hadapi Kekurangan Kritis Rudal Pencegat Pertahanan Udara, dari 2.300 jadi Hanya 827
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 12.58
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Kantor PM Kurdistan Irak Dihantam Dua Drone, Iran Bantah Terlibat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.32
Harga Minyak Kembali Naik, Harapan Damai AS-Iran Memudar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.08