Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kisah Kabar Proklamasi Bung Karno yang Sempat Diragukan di Sumatera

Pada malam 17 Agustus 1945, Ahmad Basya dan Asri Aidid Sutan Rajo Nan Sati di Bukittinggi, Sumatera Barat, menyetel kembali teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diterima dari Jakarta. Salinan 10 rangkap ditempelkan di berbagai tempat untuk menyebarkan kabar merdeka. Di Padang, kabar serupa beredar, namun penyebaran tidak mudah karena sejak 15 Agustus 1945, warga Sumatera terisolasi; radio lokal menghentikan siaran. Keraguan muncul di kalangan tokoh tua akibat situasi perang dan kontrol Jepang yang ketat. Kelompok pemuda BPPI dan KNI berperan aktif mendorong dukungan. Pada 29 Agustus 1945, Residen Sumatera Moehammad Sjafei membacakan 'Permakloeman Kemerdekaan Indonesia' di Bukittinggi, mengakui Proklamasi Sukarno-Hatta. Keterlambatan dikarenkan faktor psikologis serta konflik politik antara tokoh lokal terkait penunjukan Gubernur TM Hasan. Konflik itu mereda setelah Presiden Sukarno mengangkat resmi TM Hasan sebagai Gubernur Sumatera pada 29 September 1945.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait