Kisah Kabar Proklamasi Bung Karno yang Sempat Diragukan di Sumatera
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315942/original/031533700_1755180670-WhatsApp_Image_2025-08-14_at_20.48.28.jpeg)
Pada malam 17 Agustus 1945, Ahmad Basya dan Asri Aidid Sutan Rajo Nan Sati di Bukittinggi, Sumatera Barat, menyetel kembali teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diterima dari Jakarta. Salinan 10 rangkap ditempelkan di berbagai tempat untuk menyebarkan kabar merdeka. Di Padang, kabar serupa beredar, namun penyebaran tidak mudah karena sejak 15 Agustus 1945, warga Sumatera terisolasi; radio lokal menghentikan siaran. Keraguan muncul di kalangan tokoh tua akibat situasi perang dan kontrol Jepang yang ketat. Kelompok pemuda BPPI dan KNI berperan aktif mendorong dukungan. Pada 29 Agustus 1945, Residen Sumatera Moehammad Sjafei membacakan 'Permakloeman Kemerdekaan Indonesia' di Bukittinggi, mengakui Proklamasi Sukarno-Hatta. Keterlambatan dikarenkan faktor psikologis serta konflik politik antara tokoh lokal terkait penunjukan Gubernur TM Hasan. Konflik itu mereda setelah Presiden Sukarno mengangkat resmi TM Hasan sebagai Gubernur Sumatera pada 29 September 1945.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 15.10
Meski Indonesia Mayoritas Muslim, Negara Katolik Ini jadi Negara Eropa Pertama yang Akui Kemerdekaan RI
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.37
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakan Merdeka: Masukan dari Para Pejuang
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.00
Belanda Akui RI Merdeka 27 Desember 1949, Banyak Orang Tak Tahu
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.30
8 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia
Berita terkait
Dipecat PDIP, Megawati Peringatkan Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.00
Sebelum Jadi Presiden, Bung Karno Pernah Ditawari Jepang Jadi Raja
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.13
Megawati Ungkit Perlakuan Soeharto terhadap Bung Karno, Ada Kepedihan
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.44
8 Jam Menembus Domei dan Berita Kemerdekaan yang Tak Serentak
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.20