Alarm dari Kadin! Ekspor Nikel RI Terancam Hilang 5 Juta Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap bahwa pemangkasan kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 menjadi 260‑270 juta ton dapat menurunkan ekspor nikel sebesar 3,5‑5 juta ton, setara 0,3‑0,5 % total. Widiyanto Saputro, Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin, menegaskan proyeksi ini sudah disampaikan dalam Strategic Response Meeting (SRM) Kadin dan kini terwujud, menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha pertambangan.
Kadin menuntut pemerintah memberikan kepastian tata kelola RKAB agar investasi dan operasional dapat berjalan stabil. Sementara Kementerian ESDM mengonfirmasi target produksi batu bara dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton, dan produksi nikel disesuaikan dengan kapasitas smelter pada kisaran 250‑260 juta ton, menyesuaikan kebijakan baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.45
Kuota Produksi Dipangkas, Kadin Sebut Ekspor Nikel Indonesia Hilang 5 Juta Ton
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.02
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Pemerintah Haramkan Ekspor Mentah Bauksit-Tembaga
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.43
Bahlil Kenang Didemo 1,5 Bulan Gara-gara Larangan Ekspor Bijih Nikel
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
Berita terkait
RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.25
Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.35
Polemik Kandungan LTJ Tuntas, 400.000 Ton Nikel Cs Resmi Diekspor Lagi
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.20
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30