Soal RKAB Nikel Vale, Ini Jawaban Spontan Bahlil di Depan Aggota DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah isu pemotongan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026). Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan alokasi RKAB tahap pertama, namun PT Vale mengajukan kuota tambahan setelah persetujuan awal tersebut.
Bahlil menekankan penerapan perlakuan setara (equal treatment) bagi seluruh pelaku usaha pertambangan, termasuk BUMN seperti PTBA dan Antam. Pemberian kuota tambahan akan sangat bergantung pada rekam jejak, ketaatan, dan kinerja perusahaan. Pemerintah berkomitmen memperjelas permasalahan RKAB Vale, namun meminta manajemen perusahaan memperbaiki tata kelola operasionalnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.30
Pengajuan Revisi RKAB Vale Belum Disetujui Pemerintah
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.01
ESDM Ungkap Alasan Belum Terbitkan Persetujuan RKAB Bayan
Berita terkait
PNBP Nikel Capai Rp21 Triliun per Agustus 2026, Naik Dua Kali Lipat
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.10
ESDM Pastikan RKAB Tambang 2027 Tetap Berlaku Tahunan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 21.30
Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.35
RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.25