Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Kita Bukan Pemilik Bumi

Artikel ini mengkaji konsep khalifah dalam Islam tidak hanya sebagai wewenang politik, tetapi sebagai tanggung jawab manusia terhadap bumi. Penulis menegaskan bahwa bumi bukanlah komoditas yang bisa dieksploitasi semena-mena, melainkan amanah yang harus dilindungi. Dalam Al-Qur'an, khalifah diutus untuk memakmurkan bumi (QS Hud: 61), bukan sekadar memonopokan sumber dayanya. Konsep ini mengaitkan eksploitasi alam dengan ilusi kepemilikan, yang mendorong pembabaran hutan, pencemaran sungai, dan degradasi tanah demi keuntungan jangka pendek.

Penulis menekankan bahwa kesadaran akan posisi sementara manusia di bumi—sebagai 'pejabat sementara'—harus melolongkan sikap destruktif. Sabda Nabi Muhammad SAW tentang menanam pohon meski di saat kiamat menjadi simbol komitmen tidak terikat pada kalkulus ekonomi. Menurutnya, ukuran keberhasilan khalifah bukan pada akumulasi kekayaan alam, tetapi pada seberapa hijau dan layak bumi yang ditinggalkan bagi generasi mendatang.

Artikel ini juga mengkritik rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi, meski sering memperdebatkan soal kekuasaan. Penulis menyerukan pemulihan pemahaman kolektif tentang khalifah sebagai landasan etika ekologi Islam, agar kebijakan dan tindakan manusia selaras dengan kelangsungan ekosistem.

Berita terkait