KJRI Johor Bahru Pulangkan 307 WNI Termasuk Empat Nelayan Anambas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 307 warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia ke Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau, pada 18 Agustus 2026. Pemulangan dilakukan dalam tiga tahap melalui Pelabuhan Stulang Laut dan Terminal Feri Pasir Gudang. Sebanyak 300 orang di antaranya merupakan tahanan imigrasi yang dipulangkan melalui Program M Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya.
Tujuh WNI lainnya dipulangkan melalui skema repatriasi khusus, termasuk dua pekerja migran yang mengalami stroke, seorang anak terlantar berusia 10 tahun, dan empat nelayan dari Kepulauan Anambas. Keempat nelayan tersebut sebelumnya mengalami kecelakaan di laut setelah kapal mereka mati mesin pada 2 Agustus 2026, terombang-ambing selama lima hari sebelum diselamatkan di perairan Pahang, Malaysia, pada 6 Agustus 2026.
Program M yang digulirkan sejak Desember 2024 bertujuan untuk mengurangi kepadatan di depot tahanan imigrasi Malaysia. Hingga Agustus 2026, sebanyak 3.558 WNI telah kembali ke Indonesia melalui program ini. Secara keseluruhan, dari Januari hingga Juli 2026, KJRI Johor Bahru memfasilitasi deportasi dan repatriasi sebanyak 3.920 WNI. Pejabat KJRI menekankan pentingnya menggunakan jalur migrasi yang sah untuk keselamatan WNI di luar negeri.
Bagikan
Berita terkait
WNI di Sabah Malaysia Diwanti-wanti, Kenapa?
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.30
KBRI apresiasi dukungan otoritas Kamboja dalam tangani online scam
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.17
Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Internasional, Polisi Ungkap Aksinya Berlangsung Sejak 2024
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.16
Fakta Terkini Kasus Pilot Malaysia Ungkap Petunjuk Sindikat Narkoba
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.35