KLH Sebut 32 Perkara Perusahaan Biang Karhutla 2023-2025 Belum Kelar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat 32 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) periode 2023-2025 masih belum selesai dengan potensi kerugian lingkungan mencapai Rp5,30 triliun. Penanganan dilakukan melalui tiga jalur: sanksi administratif, gugatan perdata, dan pidana. Hingga 31 Agustus 2026, 19 perusahaan di tujuh provinsi telah dikenai tindakan pengawasan dengan total area terbakar 11.046,69 hektare. Kalimantan Barat memimpin dengan 7 perusahaan dan 2.260,08 hektare, diikuti Kalimantan Selatan dengan 3 perusahaan dan 6.595,15 hektare terbakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.35
19 Perusahaan Jadi Biang Kerok Karhutla!
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 00.22
Pemerintah Siagakan 1.425 Relawan Tangani Kebakaran Hutan 6 Provinsi
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.50
Terungkap 19 Perusahaan Biang Kerok Karhutla RI, Negara Rugi Rp5,3 T
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Malapetaka Karhutla di Pulau Paru-paru Dunia
Berita terkait
12 Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla di Kalimantan
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.20
KLH: Total 19 Perusahaan Biang Karhutla Dituntut Pertanggungjawaban
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.33
Terbongkar! Begini Modus Perusahaan Besar Bakar Lahan
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 08.45
KLH Sebut Potensi Kerugian Karhutla Rp5,3 T Periode 2023-2025
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.47