KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare di 7 Provinsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengusut 19 badan usaha di tujuh provinsi yang menyebabkan kebakaran lahan selama Januari-Agustus 2026. Total lahan terbakar mencapai 11.046,69 hektare, dengan 7 perusahaan di Kalimantan Barat (2.260,08 hektare), 4 di Sumatra Selatan (772,72 hektare), 3 di Kalimantan Selatan (6.595,15 hektare), serta masing-masing 2 di Kalteng, 1 di Kaltim, 1 di Lampung, dan 1 di Riau. Penegakan hukum berawal dari pemantauan satelit, dengan 42 perusahaan berpotensi kebakaran di area konsesi, namun hanya 19 yang telah diproses. KLH menerapkan strict liability, sehingga semua perusahaan di area konsesi yang terkena kebakaran bertanggung jawab mutlak, baik secara administratif maupun perdata. Selain itu, KLH menyelesaikan 32 perkara sengketa lingkungan hidup (2023-2025) dengan kerugian sekitar Rp 5,3 triliun dan biaya pemulihan Rp 9,5 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Polda Riau Tetapkan 40 Tersangka Karhutla, Motif Buka Lahan Sawit
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.49
42 Perusahaan Diduga Dalang Karhutla, Ratusan Personel Terjun Selidiki
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.05
Kapolda Riau Lapor ke Prabowo soal Modus Perusahaan Bakar Lahan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 14.10
9 Pelaku Karhutla di Sumsel Ditangkap, Sawit & Kopi Jadi Alasan Utama Pembakaran Lahan
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.20