Koalisi Sukarela Perkuat Pertahanan Udara Ukraina Hadapi Serangan Rudal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Koalisi Sukarela meningkatkan dukungan militer Ukraina dengan memperkuat sistem pertahanan udara Kyiv. Pertemuan tingkat tinggi di Kyiv, yang dihadiri oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menyatakan tekad mempercepat pasokan alutsista dan berbagi teknologi strategis. Namun, belum ada jadwal spesifik pengiriman tambahan. Di sisi lain, Rusia menyindir pasokan senjata Barat ke Ukraina sebagai tindakan yang menghambat proses damai, dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa setiap pengiriman senjata dianggap sebagai target militer bagi pasukan Rusia. Sementara itu, AS mengancam kehabisan amunisi kritis pasca penggunaan hampir setengah stok rudal utama dalam konflik Iran, sementara Presiden Trump menawarkan lisensi produksi rudal Patriot kepada Ukraina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 09.53
Macron Warning Eropa: Rusia Akan Tingkatkan Eskalasi, Negara-negara NATO Jadi Sasaran
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 07.20
Rusia Nyatakan Inggris Ikut Perang karena Beri Ukraina Akses untuk Rakit Rudal Storm Shadow
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 17.00
Tiga Anak Tewas dalam Serangan Drone Ukraina ke Rusia Selatan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 11.29
Rusia Diduga Sabotase Pabrik Senjata Negara-negara NATO untuk Uji Nyali Sekutu
Berita terkait
Banderol, Senjata Unik Rusia yang Jadi Mimpi Buruk Ukraina
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.31
Rusia Klaim Tembak Jatuh 250 Drone Ukraina dalam 12 Jam
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 07.15
Ukraina Jadi Korban Baru Perang AS-Iran, Nasibnya di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.10
Turki Pilih Mendekat ke AS Dibandingkan Rusia
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.40