Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim di Asia Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
Pegiat iklim di Asia Tenggara berkolaborasi menghadapi krisis iklim melalui program Climate Reality Leadership Corps Training yang digagas The Climate Reality Project. Kegiatan ini mengumpulkan 500 peserta dari berbagai negara untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan jejaring iklim. Materi mencakup ilmu pengetahuan iklim, ketahanan energi ASEAN, pembiayaan solusi iklim, ketahanan pangan dan air, hingga mobilitas hijau.
Al Gore, pendiri The Climate Reality Project, menyampaikan presentasi tentang perkembangan krisis iklim dan solusinya, termasuk platform Climate TRACE untuk melacak emisi gas rumah kaca secara rinci. Amanda Katili Niode membagikan pengalamannya selama 17 tahun membangun komunitas Climate Reality Leaders di Indonesia, yang kini berkembang melalui The Climate Reality Project Asia dengan lebih dari 4.000 anggota.
Program ini menekankan pentingnya kepemimpinan iklim yang menggabungkan pengetahuan, jejaring, dan kolaborasi regional untuk mempercepat aksi iklim di Asia Tenggara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 05.35
Al Gore Pimpin Pelatihan Climate Reality di Singapura, Perkuat Kepemimpinan Iklim Asia Tenggara
Berita terkait
Lestari Moerdijat Dorong Perlindungan Anak dari Ancaman Krisis Iklim
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.20
Kemenkum Bali Memperkuat Kapasitas Analis Hukum, Mencegah Tumpang Tindih Regulasi
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 15.30
Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.30
Pemimpin Hebat Bukan yang Paling Terlihat, tetapi yang Membuat Orang Berani
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 14.14