Komisi V DPR Minta Informasi Kebencanaan Tak Pakai Bahasa Komputer, BMKG: Butuh Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi V DPR, Boyman Harun, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghentikan penggunaan bahasa teknis atau 'bahasa komputer' dalam menyampaikan informasi kebencanaan ke masyarakat. Menurutnya, tidak semua warga dapat memahami istilah-istilah khusus yang biasanya dipakai BMKG, sehingga perlu disampaikan dalam bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Permintaan ini disampaikan saat rapat kerja antara Komisi V DPR dan BMKG pada Selasa, 8 September 2026. Guswanto, Sekretaris Utama BMKG, menanggapi dengan menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha menyederhanakan bahasa dalam komunikasi publik terkait kebencanaan. Namun, ia menegaskan bahwa proses ini membutuhkan waktu lama untuk diimplementasikan secara optimal. BMKG juga sedang melanjutkan pengamatan dan pemantauan terhadap Anak Krakatau, termasuk melakukan uji cepat terhadap abu vulkanik yang menghasilkan hasil negatif, namun tetap mempertahankan Operasi Pengamatan Gunungapi (OPG) untuk memastikan keamanan publik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.23
BMKG Akui Bahasa Peringatan Bencana Masih Perlu Disederhanakan, Guswanto: Harus Pelan-pelan
Detik.com · 8 September 2026 pukul 17.24
Respons BMKG soal Usulan Beri Informasi Tak Pakai 'Bahasa Komputer'
kumparan · 8 September 2026 pukul 17.06
Anggota Komisi V Minta BMKG Tak Pakai Bahasa Rumit, Ini Respons BMKG
Detik.com · 8 September 2026 pukul 11.52
Ada Wacana Badan Geologi & BMKG Digabung, Puan Bilang Begini
Berita terkait
Prabowo Senang BMKG Jadi 'Mentor' Negara Lain: Bidang Gempa-Gunung Api Kita Ahli
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.07
Komisi V DPR Dorong Integrasi Kelembagaan dan Anggaran untuk Perkuat Penanganan Bencana
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
Komisi V Rapat Bareng Menhub-BMKG Bahas Marak Laka Kapal: Manifes Bermasalah
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 12.10
48 Ton Beras dan Logistik Kebencanaan Dikirimkan ke Korban Gempa NTT
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 22.52