Konsumsi Gula Berlebih Tingkatkan Risiko Demensia pada Lansia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumsi gula berlebih, khususnya fruktosa dan sukrosa, dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia pada lansia. Studi jangka panjang yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan partisipan dengan konsumsi gula tertinggi memiliki risiko dua kali lipat lebih besar mengalami demensia dibanding kelompok terendah. Risiko ini tetap signifikan setelah mempertimbangkan faktor seperti usia, aktivitas fisik, dan genetik. Konsumsi tinggi fruktosa justru meningkatkan risiko hingga 2,8 kali, sementara sukrosa meningkatkan 1,93 kali lipat. Gula berlebah dapat memicu resistensi insulin, peradangan kronis, dan penumpukan protein amyloid-beta yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Fluktuasi kadar gula darah pasca-makan juga berbahaya bagi pembuluh darah otak. Para ahli menyarankan pengurangan gula tambahan dan minuman manis, serta penerapan pola makan seimbang seperti Diet Mediterania atau MIND untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.
Bagikan
Berita terkait
Statin Kurangi Risiko Demensia dan Serangan Jantung pada Lansia
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.49
Konsumsi Vitamin B2 Berpotensi Pangkas Risiko Demensia hingga 49 Persen
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 09.30
Manfaat Minum Kopi Pagi Hari untuk Kesehatan Otak
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.14
Harga Pangan Hari Ini: Beras, Gula, dan Minyak Terpantau Merangkak Naik
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 11.14